Sinergisitas Penanganan PMKS Antara Dinsos Dengan Dunia Usaha

LINTASKUDUS.ISKNEWS.COM, Sosial - Tanpa adanya dukungan juga peran serta masyarakat dan Dunia Usaha, mustahil permasalahan sosial dapat ditangani sesuai yang diharapkan. 

Menurut Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinsos P3AP2KB) Luthful Hakim, melalui Kabid pemberdayaan kelembagaan sosial dan keluarga miskin, Arini Budi Utami mengatakan, Keterlibatan Dunia Usaha dalam penanganan masalah-masalah sosial menjadi penting, mengingat perkembangan tuntutan ekonomi sangat pesat, kompleksitas masalah sosial, dan keterbatasan kemampuan Negara. Sehingga diperlukan adanya sinergitas program-program penanganan kesejahteraan sosial antara Pemerintah dan Dunia Usaha.

"Harapan saya penanganan PMKS tidak hanya menjadi tanggung jawab Dinas Sosial saja, tetapi tanggung jawab bersama termasuk dunia usaha," tuturnya saat ditemui isknews.com di kantornya, Jumat (29-06-2018).

Sejumlah penerima bantuan sosial, diantaranya penyandang disabilitas, lansia dan PMKS lainnya saat foto bersama dengan Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinsos P3AP2KB) Luthful Hakim dan segenap jajarannya.

Dikatakan Arini, Hal itu dalam rangka mensosialisasikan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan (TJSLP) berdasarkan Surat Keputusan Gubernur Jawa Tengah Nomor 460/103 Tahun 2017 pada tanggal 10 November 2017 lalu. 

Dengan terselenggaranya kegiatan Optimalisasi dan Sinergitas Peran Dunia Usaha dan Pilar Sosial Lainnya dalam penanganan PMKS, diharapkan pula dapat mengoptimalisasikan dan mensinergikan peran dunia usaha dan pilar sosial lainnya, khususnya di Kabupaten Kudus.

Beberapa waktu lalu, Dinsos P3AP2KB Kabupaten Kudus kerjasama dengan beberapa perusahaan untuk penanganan penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS).

Untuk kali pertamanya, Ada sekitar 7 perusahaan yang sudah kerjasama ikut membantu kami, "Awalnya mereka (Perusahaan, Red) kami sodorkan proposal data mengenai bayi, disabilitas, lansia dan PMKS lainnya yang tentunya butuh penanganan khusus, sehingga perusahaan terkait bisa mengetahui terlebih dahulu sebelum kerjasama dan membantu melalui dana sosial, Corporate Social Responsibility (CSR)," ujarnya.

Sejumlah penerima bantuan sosial, diantaranya penyandang disabilitas, lansia dan PMKS lainnya saat foto bersama dengan Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinsos P3AP2KB) Luthful Hakim dan segenap jajarannya.

Ditambahkan Arini, Ada 26 item yang dibantu, diantaranya 20 nutrisi untuk bayi, 6 kursi roda untuk disabilitas, dan bingkisan lansia khusus," imbuhnya.

Dalam kasus ini, tak semuanya berjalan mulus, Pasalnya, perusahaan yang diajak kerjasama oleh Dinsos P3AP2KB Kudus lantas tidak semuanya langsung mau diajak kerjasama, karena pastinya, hal itu butuh pertimbangan masing-masing dari internal perusahaan terkait dana CSR nya, "Ada perusahaan yang dengan sukarela langsung konfirmasi, maupun ada yang tidak langsung konfirmasi," pungkasnya. (AJ/RM)

No comments

Powered by Blogger.