Viral Video KDRT di Kudus, Begini Keterangan Polisi

LINTASKUDUS.ISKNEWS.COM, Perstiwa - Video kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) di Kudus viral di sosial media facebook sejak, Jumat (22/06/2018). Dalam video tersebut terlihat adegan rekaman kekerasan yang dilakukan seorang pria berbaju batik merah dengan menggendong tas, melakukan kekerasan dengan cara menendang dan memukul wanita memakai baju gamis hijau berjilbab krem.

Video itu menyebar dengan cepat di beberapa grup facebook hingga WhatsApp. Salah satu akun facebook Andre Noval memposting dengan tagar kekerasan dan KDRT. Dilengkapi caption "Seorang suami melakukan pemukulan kepada istri. lok kuds. #upadate, pelaku sudah diamankan pihak berwajib dalam proses hukum. Video Lilik N Wohon".

Ada tiga video yang diposting, masing-masing berdurasi 02.04 menit, 03.11 menit, dan 01.40 menit. Pada video pertama terlihat pria tersebut sedang cekcok dan terbakar emosi. Kemudian membuang ponsel wanita di atas genting.

Usai membuang ponsel kemudian kekerasan itu terjadi, sambil memegang helm pria itu memukul dengan tangan kosong kepala wanita yang memakai helm putih. Tak berhenti sampai di situ, pria tersebut lantas menendang wanita dan kembali memukul dengan menggunakan helm yang semula dipegang.


Video ketiga kembali memperlihatkan adegan kekerasan. Saat wanita tersebut sudah terlihat pasrah duduk di lantai, pria itu kembali menendang bagian wajah berkali-kali. Ada pula adegan yang memperlihatkan pria itu membenturkan kepala wanita ke tanah di dekat sebuah mobil yang terparkir di tempat kejadian perkara (TKP).

Kapolres Kudus AKBP Agusman Gurning melalui Kasatreskrim AKP Agus Supriadi Siswanto ketika dikonfirmasi membenarkan adanya KDRT tersebut. Kejadian terjadi di Kudus, tepatnya di Dukuh Pucangkerep, Desa Kramat, Kecamatan Kota.

Dijelaskan, Tersanga berinisial TH (27) dan korban MAR (26) merupakan sepasang suami istri. KDRT pada video tersebut terjadi pada 17 Mei 2018, tetapi baru dilaporkan ke Polres Kudus 28 Mei 2018.

Pihaknya kemudian melakukan penahanan pada 1 Juni 2018 setelah ditetapkan menjadi tersangka. "Tersangka kini ditahan di Polres Kudus," katanya singkat.

Sementara itu KBO Satreskrim Polres Kudus Iptu Asnawi menambahkan, berdasarkan keterangan korban KDRT sudah terjadi beberapa kali. Terakhir pada 17 Mei 2018 yang akhirnya dilaporkan ke polisi.

Menurut pengakuan tersangkan, dia tega melakukan penganiayaan karena sudah terlalu jengkel dengan istrinya yang sering cemburu. "TH ini adalah pemain organ yang banyak kenalan penyanyi cantik, sehingga membuat istrinya sering cemburu," katanya.

Selain menjadi pemain organ, TH juga merupakan dosen di salah satu universitas di Kudus. TH menikahi MAR sejak empat tahun lalu, namun hingga kini belum memiliki keturunan.

Sementara, lanjtu Asnawi, dari versi korban motif penganiayaan itu dilakukan karena korban menolak buka puasa bersama di luar. "Kasus ini masih kami dalami," tukasnya. (MK/RM)

No comments

Powered by Blogger.